
Bukan sesuatu kekeliruan atas sebuah nama
Bukan sesuatu penyesalan jika ada beberapa sosok menanyakan nama tersebut
Lahir 13 oktober 1988,balikpapan
Di Tanah Air Ibu Pertiwi ini
Ku mulai hari-hari saya dengan sebuah mimpi dan cita-cita di usia belia ini, mencoba terus mencari sesuatu hal yang belum di ketahui untuk di fikirkan secara mendalam, ilmiah dan di jadikan sebuah ideologi.
Tersentuh ku dalam sebuah kebudayaan absolute yang sudah di tanamkan dalam diri sejak lahir dimuka bumi ini dengan segudang pertanyaan! Sampai pada akhirnya tertinggal sudah semua yang harus ku gapai dan ku pelajari. Tidak ada penyesalan dalam diri yang membuat saya merasa terkutuk atas sikap ini, tidak tahu harus bertanya kepada siapa dan apa salah perbuatan ku ini.
saya terlahir dari dua sosok perbedaan agama, budaya, ras dan yang pastinya sebuah pemikiran, saya bangga mereka dapat bersatu dan saya bangga di titipkan olehnya di ke dua sosok tersebut, dan tidak sedikit pun kusesali. Saya fikir bukan dengan ketakutan bahwa klaim dalam diri saya sudah terlalu kehilangan arah, terselimuti sebuah kelabu abu-abu aku terus berjalan menyususuri kehidupan ini dengan melihat semua ideologi manusia yang ku lihat dengan kasat mata, dan banyak pembelajaran sebuah bentuk fakta-fakta rill kudapati sebagai pemahaman. kekosongan yang hanya terdapati jika terus melakukan ini ketika penyimpangan kulakukan terhadap sikap ku ini. Lelah kurasakan jika terus ku konsep rapi untuk melakukan hal ini, bosan ku rasakan sikap ini jika terus terkumpulkan teori buat ideologi ku ini jika hanya bertabur masalah yang terus menghantam alam nyata dan dunia lelapku setiap tertidur.
pagi ini begitu cerah,kunyalakan sebuah alat media kapitalis yang akan memberikan saya banyak begitu informasi tentang banyak hal, ku nikamati saja gambar kaca ini untuk melihat semua bangsa bisu yang lagi muncul di depan ku. Angkat kaki lalu ku renggangkan(semoga jempol kaki ku tidak keram lagi) terus kuganti channel dari satu ke satunya untuk terus melihat persaingan eksistensi media publik tunjukan ide kreatifnya masing-masing. Hahaha sampai sekarang masih terlihat juga persaingan ini, sampai untuk menjaga rating sampai harus di buat session7 yang semakin mual aku untuk melihat acara tersebut.
Selamat datang surabaya,tinggalah saya disini karena tertuntu untuk hidup lebih layak. hmmhm banyak warna di sini, pasti banyak permasalahan duniawi kelak! Sampailah pada suatu ketika dalam kepentingan pendidikan, saya harus beradaptasi dengan lingkungan sekitar lagi(malesnya pindah2 ya gini ni), masuklah sesosok warna melewati pintu reot lalu duduk di kursi kayu di depan ku. Kudengarkan dia mulai memanggil...... 1. andik, 2,3.4.........18. galih, 17,18, ............ 24. rosa 25,26,27.......... sampai terakhir 33.zigno ! sepertinya saya tokoh dalam cerita saya tapi kenapa tidak tersebutkan ya dari mulutnya?! ku tanya warna tersebut, " kenapa saya belum di panggil" ? Ternyata prosedur yang di berikan belum lengkap!dan ke esokannya saya baru di panggil juga deh!
Saat kelam sudah mulai redup karena saya mulai menemukan kesenangan di masa kecil ku, hmm..saya kira ini akan membuat jauh dari pemikiran ku menjadi semakin lebih labil. Ada seoarng kawan memanggil ku, " hi dean salam kenal" apa itu suatu sapaan apa sesuatu ejekan!? capek rasa hati dan telinga ku dengar semuanya jadi ikut memanggil seperti itu, sampai pada suatu ketika ku katakan " jangan panggil saya dean saya lebih suka di panggil dean!!! Aku ragu akan tindakan saya, saya hanya mau di panggil nama dari yang melahirkan saya dan tidak mau mendengarkan perubahan dialek dan bahasa yang di gunakan oleh berbagai pemahaman yang kurang kondusif untuk di gunakan dalam sentuhan ini. Saya jadi berfikir ini kah sebuah kehidupan yang penuh akan warna, yang dapat mempengaruhi sampai dalam sebuah ideologi, sikap dan perilaku. Mereka tidak jadi sosok yang benar karena salah menempatkan diri untuk bersikap!!
>>>>>>>>>>SeLeSaI<<<<<<<<<<
Bukan sesuatu penyesalan jika ada beberapa sosok menanyakan nama tersebut
Lahir 13 oktober 1988,balikpapan
Di Tanah Air Ibu Pertiwi ini
Ku mulai hari-hari saya dengan sebuah mimpi dan cita-cita di usia belia ini, mencoba terus mencari sesuatu hal yang belum di ketahui untuk di fikirkan secara mendalam, ilmiah dan di jadikan sebuah ideologi.
Tersentuh ku dalam sebuah kebudayaan absolute yang sudah di tanamkan dalam diri sejak lahir dimuka bumi ini dengan segudang pertanyaan! Sampai pada akhirnya tertinggal sudah semua yang harus ku gapai dan ku pelajari. Tidak ada penyesalan dalam diri yang membuat saya merasa terkutuk atas sikap ini, tidak tahu harus bertanya kepada siapa dan apa salah perbuatan ku ini.
saya terlahir dari dua sosok perbedaan agama, budaya, ras dan yang pastinya sebuah pemikiran, saya bangga mereka dapat bersatu dan saya bangga di titipkan olehnya di ke dua sosok tersebut, dan tidak sedikit pun kusesali. Saya fikir bukan dengan ketakutan bahwa klaim dalam diri saya sudah terlalu kehilangan arah, terselimuti sebuah kelabu abu-abu aku terus berjalan menyususuri kehidupan ini dengan melihat semua ideologi manusia yang ku lihat dengan kasat mata, dan banyak pembelajaran sebuah bentuk fakta-fakta rill kudapati sebagai pemahaman. kekosongan yang hanya terdapati jika terus melakukan ini ketika penyimpangan kulakukan terhadap sikap ku ini. Lelah kurasakan jika terus ku konsep rapi untuk melakukan hal ini, bosan ku rasakan sikap ini jika terus terkumpulkan teori buat ideologi ku ini jika hanya bertabur masalah yang terus menghantam alam nyata dan dunia lelapku setiap tertidur.
pagi ini begitu cerah,kunyalakan sebuah alat media kapitalis yang akan memberikan saya banyak begitu informasi tentang banyak hal, ku nikamati saja gambar kaca ini untuk melihat semua bangsa bisu yang lagi muncul di depan ku. Angkat kaki lalu ku renggangkan(semoga jempol kaki ku tidak keram lagi) terus kuganti channel dari satu ke satunya untuk terus melihat persaingan eksistensi media publik tunjukan ide kreatifnya masing-masing. Hahaha sampai sekarang masih terlihat juga persaingan ini, sampai untuk menjaga rating sampai harus di buat session7 yang semakin mual aku untuk melihat acara tersebut.
Selamat datang surabaya,tinggalah saya disini karena tertuntu untuk hidup lebih layak. hmmhm banyak warna di sini, pasti banyak permasalahan duniawi kelak! Sampailah pada suatu ketika dalam kepentingan pendidikan, saya harus beradaptasi dengan lingkungan sekitar lagi(malesnya pindah2 ya gini ni), masuklah sesosok warna melewati pintu reot lalu duduk di kursi kayu di depan ku. Kudengarkan dia mulai memanggil...... 1. andik, 2,3.4.........18. galih, 17,18, ............ 24. rosa 25,26,27.......... sampai terakhir 33.zigno ! sepertinya saya tokoh dalam cerita saya tapi kenapa tidak tersebutkan ya dari mulutnya?! ku tanya warna tersebut, " kenapa saya belum di panggil" ? Ternyata prosedur yang di berikan belum lengkap!dan ke esokannya saya baru di panggil juga deh!
Saat kelam sudah mulai redup karena saya mulai menemukan kesenangan di masa kecil ku, hmm..saya kira ini akan membuat jauh dari pemikiran ku menjadi semakin lebih labil. Ada seoarng kawan memanggil ku, " hi dean salam kenal" apa itu suatu sapaan apa sesuatu ejekan!? capek rasa hati dan telinga ku dengar semuanya jadi ikut memanggil seperti itu, sampai pada suatu ketika ku katakan " jangan panggil saya dean saya lebih suka di panggil dean!!! Aku ragu akan tindakan saya, saya hanya mau di panggil nama dari yang melahirkan saya dan tidak mau mendengarkan perubahan dialek dan bahasa yang di gunakan oleh berbagai pemahaman yang kurang kondusif untuk di gunakan dalam sentuhan ini. Saya jadi berfikir ini kah sebuah kehidupan yang penuh akan warna, yang dapat mempengaruhi sampai dalam sebuah ideologi, sikap dan perilaku. Mereka tidak jadi sosok yang benar karena salah menempatkan diri untuk bersikap!!
>>>>>>>>>>SeLeSaI<<<<<<<<<<
Hi??? Blogmu bagus, kaya informasi. Tapi masih terlalu polos. Kembangin lagi deh, pasti bagus ^_^
BalasHapusok...makasih ya kawan atas aran mu!!
BalasHapus