Welcome

At my blog, Stay and Enjoy

Jumat, 23 September 2011

Makanan Enak???

inikah makanan enak??? oh... oh... oh... ini mah makanan nirnutrisi, atau biasa di sebut junk food, yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi. Makanan nirnutrisi mengandung jumlah lemak yang besar. Makanan cepat saji seperti hamburger, kentang goreng dll deh. 
 
Mungkin tak semua orang memahami hal ini, mereka hanya menganggap makanan ini adalah makanan enak dan tempat orang makanan kalangan memengah ke-atas, tapi jika benar ada kalangan menengah keatas makan disitu, sudah di pastikan dia itu aneh bin ajaib dan tidak pintar-pintar amat. terlebih lagi buat kalangan menengah kebawah, merasa dirinya hebat bisa makanan di tempat penjual makanan tersebut.
Lebih baik hentikan semua penderitaan kalian, jika ingin umur panjang huhahahaha....
masih enak makanan.....................

suerrrrrrrrrrr... makanan ini lebih menyehatkan di bandingkan makanan junkfood, yang sudah mahal dan tidak sehat lagi. kalau di warteg mah, udah murah dan bisa di masuki oleh jenis kelas sosial apapun. :) mari kita hidup sehat.................................... :D

Kamis, 15 September 2011

ADA SESUATU KEKELIRUAN

Badan tuntutan masalah-ruang persis seperti gerak tuntutan diatur (diamati) ruang. Motion adalah dibedakan dari ruang dengan pengamat: ruang adalah energi. Jadi penemuan bahwa ruang-waktu (energi) adalah sekaligus baik lautan murni gelombang cahaya melipat dan menerjang dalam variasi yang tak terbatas serta seri, diskrit tertib yang telah ditetapkan, sinyal probabilistik, adalah salah satu dua lompatan konseptual yang besar abad ini. Penemuan bahwa energi pada hakikatnya adalah retak (secara teoritis, yaitu, filosofis) karena ini 'mendasar' partikel / dualitas gelombang adalah yang lain, seperti account untuk fakta bahwa ruang (energi) yang diselenggarakan oleh pengamatan bersama. Artinya, karena waktu (atau energi) adalah 'rusak' (secara teoritis,) ruang (praktis) memiliki fractalized topologi, dan ini dapat dianggap sebagai akibat adanya (tanpa perantara) dari pengamat. Pengamat menyatu subjek dan objek dalam deterministik sekalipun dimensionally problematic ruang ('patah' singularitas-tidak lagi hanya partikel atau gelombang ...)

Pengamat dapat mengamati dirinya sendiri. Jadi jika sifat alam semesta tergantung (dalam arti kosmis) dalam perjalanan kita untuk melihat hal itu, maka pengamat dapat diharapkan untuk memperkenalkan tidak hanya semacam polyvocity ke objek dan lingkaran rekursif untuk ide-ide tentang realitas, tetapi lebih jauh lagi, pengamat bahkan dapat diharapkan untuk menghasilkan alam semesta, oleh 'melanggar' ruang terpisah. Jadi
senyawa kalikan pengamat (melalui refleksi tak terbatas) singularitas yang tak bisa dijelaskan: ia menghasilkan meta-pemetaan seluruh alam semesta menjadi sebuah gambar yang diamati, dan accomplishes
gambar itu kembali proyeksi sebagai mesin koordinasi untuk seluruh (real!) alam semesta-semua ini seolah-olah pengamat tunggal dirinya sendiri mengandung tak terhingga yang sebenarnya dibatasi sekalipun. Ini adalah bagaimana cermin membawa tentang masalah meta-dasar ilmu pengetahuan, yaitu, perbedaan ontologis yang tak terbatas antara kebenaran dan pengetahuan. Banyaknya direduksi dari refleksi dalam observasi adalah refleksi dari pecah ontologis tereduksi: kediaman 'ruang rusak' antara gambar dan objek, kata dan hal itu, peta dan wilayah.

Ada pergeseran: agak seolah-olah kita telah menyerahkan naskah tidak dengan beberapa skenario fiksi ditelusuri atasnya, namun pada kenyataannya daftar lengkap dari semua adegan di mana kita sendiri sebagai individu akan mengambil bagian, daftar akhir dari semua kalimat kita akan pernah mengucapkan dalam adegan tersebut, selama sisa hidup kita. Twist fraktal sini akan menjadi bahwa beberapa pengamat luar (dalam hal ini saya!) Adalah menyerahkan cerita Anda: sehingga dalam pengamatan kita menemukan selalu patah rekan-narasi ruang, pengamatan bi-univocal yang saling timbal balik mengarah ke paradoks aneh: saya ada di 'mimpi' Anda karena kau ada (untuk 'mimpi saya') di tambang, dan sebaliknya. Jadi kita menjadi nyata hanya melalui membaca impian satu sama lain '.

Tapi cerita kita atau mimpi mungkin masih identik bahkan jika identitas seperti tidak kosmik atau historis yang stabil, yaitu, apakah kita berbicara tentang integritas hal, atau lagi, ide-ide kita tentang sesuatu. Ini adalah bukti pertama kita bahwa ketidakpastian fundamental dari perspektif pengamat merupakan indikasi dari kecerdasan belajar.

Dengan autopoesis, ilmuwan harus benar-benar berbalik untuk melihat dirinya sendiri: apalagi, kita menyadari bahwa kita hanya bisa membuat mengubah ini, seolah-olah, ketika kita telah dipanggil. Seseorang berteriak nama Anda: neuron api, sambungan dibuat, kepala Anda berubah. Pemrograman dalam hal ini umumnya begitu lengkap kita dapat dan sering mengatakan kita adalah "berpaling tanpa berpikir." Namun memikirkan mengurutkan tentu terjadi: itu bukan hanya seolah-olah kita berkonsultasi sebuah kamus dari suku kata untuk menentukan apakah suara diucapkan sesuai nama kami, tapi jelas pada tingkat tertentu beberapa operasi logis analog harus terjadi. 

Sementara kita ingin mengatakan bahwa kita memiliki kehendak bebas-dan meskipun diakui ini adalah bias (tapi mengungkapkan) contoh-jelas masalah kekuasaan dan hanya akan berlaku sedikit untuk ini luar biasa 'mengubah' acara. Kekuatan apa yang memang harus saya (di dalam atau melawan) menghadapi dengan yang lain, apa kepastian bisa memalsukan berasal dari jauh yang sama? Ini macam Pertimbangan membawa kita untuk menegaskan identitas yang hanya dibawa melalui proses yang kuat dari mempertanyakan diri, dari sebuah ketidakpastian tertentu. 'Realitas' yang sangat terstruktur batin kita runtuh pada sendiri dalam menghadapi yang lain, meskipun tetap relatif mutlak untuk pertemuan itu. Tetapi pada beberapa tingkat kita tahu 'rumah kartu' seluruh kita (practico-teoritis) dibangun di sia-sia Saat ia membuka mulutnya dalam menangani saya-dan ini hanya dengan menawarkan nya suatu alternatif realitas, melalui cerita, yang secara radikal terbagi semesta saya di twain, menjadi potongan-potongan kecil dengan bengkok dan tidak merata tepi. Para pengamat yang pengamat pengamat lain membagi suatu splitted alam semesta: menjadi sebuah gambar Saya berharap lain untuk jatuh rapi kembali ke dalam, yang kontras dengan dan resah oleh ruang, bergerigi nyata kacau di mana tidak ada tongkat dan arus segalanya, terlepas dari kompleksitas (manual, visual atau vokal) dialektika kita harus dibangun untuk menyeimbangkan semua potensi kekuatan yang berlawanan. 

Yang lainnya adalah masalah par excellence, serta teka-teki dalam suatu larutan, sebuah teka-teki yang Jawabannya ditulis di wajah yang sangat nya. Blind spot kita selalu diri kita sendiri, tapi ini adalah ilmuwan 'jurang positivis: kita membakar sebuah lubang di alam semesta, dan dengan demikian peta kita tentang alam semesta, dengan observasi yang sangat kita-kita robek persepsi kita terpisah, menjadi potongan-potongan, ketika kita decode mereka; sayang kita tidak bisa dipercaya, subjektif, berbahaya. Tapi bukankah di sini bahwa Nietzsche memberitahu kita itu adalah yang paling penting untuk mempercayai indera kita, bahwa memang semua kemajuan besar dalam ilmu pengetahuan telah menghasilkan dari membayar perhatian,satu-satunya hal yang dapat kita memperhatikan-dunia di sekitar kita, sebagaimana Tampaknya bagi kita,termasuk semua distorsi potensial dan mengacaukan kekacauan?
Bahkan itu adalah dalam kekacauan ruang fraktal dan turbulensi foton mengalir bahwa kita akan mencari resolusi lebih atau kurang akhir kesulitan pusat visi komputer, yaitu rekonsiliasi dari visual dan manual. Dan bahkan mungkin, setelah beberapa waktu, akhirnya kita harus dapat belajar lagi bahwa kepercayaan khusus yang ribuan tahun agama dan 'peradaban' telah semua tapi membuat punah ... bagaimana radikal, tesis Nietzsche pada indera seseorang percaya itu! Dan berapa banyak lebih merisaukan, ketika kita menyadari indra kita selalu merasakan lain, bahwa hanya di pengamatan bersama kita amati apa-apa! 

Selasa, 13 September 2011

PERUBAHAN

kata ayah saya kehidupan itu harus lulus S1 dan bekerja di pertambangan yang dimana akan di janjikan sebuah hasil gaji yang sangat besar untuk sebuah penghargaan dari yang dikatakan bekerja keras.
Buat sekarang memang sangat bagus, akan tetapi kemana saya nanti akan dibawa dalam air yang akan menenggelamkan diriku itu?

Apa kehidupan itu? Bertahan hidup kan. Lalu uang yang melimpah untuk apa? Untuk memenuhi nafsu kita? Nafsu itu sudah golongan yang nilainya negative, lalu kenapa masih banyak yang berbondong kesana.
Kenapa manusia sukses dikatakan harus kaya, kalau miskin atau di sebut kekurangan uang di sebut tidak sukses? Gila nih lama-lama kalau menyimak cara hidup seperti ini.

Mau menolong orang saja jadi masalah, tidak menolong orang juga jadi masalah dan hidup kekurang juga di katain. Aduh repotnya hidup di dunia ini, kalau aku bisa memilih, tidak maulah menjalani kehidupan.

Kadang kala aku mempertanyakan kepada orang yang saya percaya(tuhan), beliau ini bagaimana, dan kenapa manusia dijadikan seperti ini. Manusia hanya menjadi sebuah permainan baginya. Tuhan lagi bermain dadu yang bodoh makin bodoh dan yang pintar memintari orang bodoh dan tuhan tertawa. 

Bisa dikatakan ini kekecewaan tuhan setelah menurunkan beberapa kitab untuk memperbaiki perdaban manusia tapi manusia masih belum tergugah, ya sebenarnya penciptaan tuhan itu bodoh termasuk saya.
Lama-lama berfikir seperti ini jenuh dan percuma, kualitas manusia ku juga seperti ini saja karena factor di luar lebih banyak memilih sama(menjadi bodoh) kenimbang menjadi seperti saya karena saya ingin ada perubahan.(masih mendingan hihihihi :P ).

DUNIA KELAYAKAN


Siapakah yang layak atas dunia ini, disaat ketika sang derajat tinggi menggunakan kelayakan tersebut hanya untuk kepentingan pribadi atau sebuah golongan saja. Masihkah mereka layak atas dunia ini? Apakah seperti itu disebut kelalaian? Manusia kini secara berlebihan diatas kekuasaan akal sendiri untuk menjalani sebuah kehidupan dengan alih-alih untuk bertahan hidup.
Derajat manusia sekarang lebih hina daripada binatang bahkan lebih buruk, contohnya sendiri ayah saya. Mungkin dia tidak tahu, bagaimana beliau bisa tahu, ahli kitab juga bukan, dia hanya tahu bahwa kehidupan itu dengan cara mencapai kekuasaan tertinggi, status social yang tinggi, materi melimpah dan kebutuhan tersier yang melimpah.
Tatkala tesirat aneh dalam benak, beliau melukiskan sebuah pondasi kehidupan dengan doktrin peng-agaman dalam turunannya, sedangkan dia baca kitab tidak, melaksanakan iya, akan tetapi ketika susah akan coba terhadap kepercayaan yang di anut beliau secara turun temurun. Kukatakan manusia seperti itu lepas control terhadap diri sendiri dan sesungguhnya dia tidak sadar telah menghina dirinya sendiri.
Tapi tenang saja, beliau tidak sendirian kok, ternyata diluar sana juga masih banyak terlihat. Tidak hanya kalangan menengah keatas, menengah kebawahpun seperti itu, yang miskin repot jadi orang kaya walaupun hanya sebuah mimpi, yang kaya kadang kala sok-sok’an miskin dan ingin tambah makin kaya.
Apakah itu cara hidup di tanah yang sebenarnya tak gratis untuk di pijak dan di ekploitasi berlebihan?
Ternyata benar apa yang dituliskan di dalam kitab, manusia dalam status social apapun diberikan permasalahan sesuai porsinya, dan orang yang  terlalu larut didalamnya hanya untuk mansuia tak beriman dan tamak. Hidup di dunia itu memang enak apa? Seharusnya mereka ektra hati-hati menjalani semua itu, adam dan hawa saja kalau tidak melakukan kesalahan pasti memilih menetap di dalam surga dan idris pun memilih tinggal di surga setelah di tunjukan.
Kekayaan yang terdapat di dalam setiap pribadi itu sebenarnya bukan milik-nya, logiknya saja mereka mendapatkan semua itu dari sang pencipta. Saya tidak rasional membicarakan sang pencipta? Menurut saya, SDA dan SDM adalah point penting untuk mendapatkan kekayaan. Disaat salah satu berakal dan di tunjukan jalan untuk mendapatkan, mereka lupa akan sesame, bisa di katakana mereka tidak mau berfikir untuk membaginya atau pun mereka setelah mendapatkan apa yang sudah diberikan dengan sengaja tak menghiraukan dan melepas haikat manusia sebagai makhluk social yang harus hidup berdampingan dan saling membantu.
Sekarang rumah satu, mobil satu dan istri satu, lusa saya tidak menjamin kepuasan manusia seperti itu dan terbukti, kini orang yang saya kenal mempunyai mobil 3 dan rumah 3, ya itulah cara hidup di pasar bebas dimana manusia dibentuk untuk tidak membatasi dirinya oleh sebuah produk, manusia diarahkan untuk sangat konsumtif, teknologi di buat setiap akhir pecan selalu maju bukan untuk mempermudah manusia dalam menjalani kehidupan melainkan untuk menjul habis prodak mereka dan hasilnya untuk kepentingan sendiri kea rah kebutuhan tersier. Seperti itu akan terus berputar. Terus saja ekploitasi manusia dan ala mini, dan jangan salahkan ketika manusia tidak manusia lagi dan bumi sudah tidak bisa di pijak lagi dan kehancuran mulai menyelimuti kamu, sekarang kamu tahu apa yang dilakukan sang penciptamu? Beliau kurasa tertawa terbahak –bahak melihat kelakuan kita dan saat hari pembalasan kau akan tersiksa.