Siapakah yang layak atas dunia ini, disaat ketika sang derajat tinggi
menggunakan kelayakan tersebut hanya untuk kepentingan pribadi atau sebuah
golongan saja. Masihkah mereka layak atas dunia ini? Apakah seperti itu disebut
kelalaian? Manusia kini secara berlebihan diatas kekuasaan akal sendiri untuk
menjalani sebuah kehidupan dengan alih-alih untuk bertahan hidup.
Derajat manusia sekarang lebih hina daripada binatang bahkan lebih buruk,
contohnya sendiri ayah saya. Mungkin dia tidak tahu, bagaimana beliau bisa
tahu, ahli kitab juga bukan, dia hanya tahu bahwa kehidupan itu dengan cara
mencapai kekuasaan tertinggi, status social yang tinggi, materi melimpah dan
kebutuhan tersier yang melimpah.
Tatkala tesirat aneh dalam benak, beliau melukiskan sebuah pondasi
kehidupan dengan doktrin peng-agaman dalam turunannya, sedangkan dia baca kitab
tidak, melaksanakan iya, akan tetapi ketika susah akan coba terhadap
kepercayaan yang di anut beliau secara turun temurun. Kukatakan manusia seperti
itu lepas control terhadap diri sendiri dan sesungguhnya dia tidak sadar telah
menghina dirinya sendiri.
Tapi tenang saja, beliau tidak sendirian kok, ternyata diluar sana juga masih banyak
terlihat. Tidak hanya kalangan menengah keatas, menengah kebawahpun seperti
itu, yang miskin repot jadi orang kaya walaupun hanya sebuah mimpi, yang kaya
kadang kala sok-sok’an miskin dan ingin tambah makin kaya.
Apakah itu cara hidup di tanah yang sebenarnya tak gratis untuk di pijak
dan di ekploitasi berlebihan?
Ternyata benar apa yang dituliskan di dalam kitab, manusia dalam status
social apapun diberikan permasalahan sesuai porsinya, dan orang yang terlalu larut didalamnya hanya untuk mansuia
tak beriman dan tamak. Hidup di dunia itu memang enak apa? Seharusnya mereka
ektra hati-hati menjalani semua itu, adam dan hawa saja kalau tidak melakukan
kesalahan pasti memilih menetap di dalam surga dan idris pun memilih tinggal di
surga setelah di tunjukan.
Kekayaan yang terdapat di dalam setiap pribadi itu sebenarnya bukan
milik-nya, logiknya saja mereka mendapatkan semua itu dari sang pencipta. Saya
tidak rasional membicarakan sang pencipta? Menurut saya, SDA dan SDM adalah
point penting untuk mendapatkan kekayaan. Disaat salah satu berakal dan di
tunjukan jalan untuk mendapatkan, mereka lupa akan sesame, bisa di katakana
mereka tidak mau berfikir untuk membaginya atau pun mereka setelah mendapatkan
apa yang sudah diberikan dengan sengaja tak menghiraukan dan melepas haikat
manusia sebagai makhluk social yang harus hidup berdampingan dan saling
membantu.
Sekarang rumah satu, mobil satu dan istri satu, lusa saya tidak menjamin
kepuasan manusia seperti itu dan terbukti, kini orang yang saya kenal mempunyai
mobil 3 dan rumah 3, ya itulah cara hidup di pasar bebas dimana manusia
dibentuk untuk tidak membatasi dirinya oleh sebuah produk, manusia diarahkan
untuk sangat konsumtif, teknologi di buat setiap akhir pecan selalu maju bukan
untuk mempermudah manusia dalam menjalani kehidupan melainkan untuk menjul
habis prodak mereka dan hasilnya untuk kepentingan sendiri kea rah kebutuhan
tersier. Seperti itu akan terus berputar. Terus saja ekploitasi manusia dan ala
mini, dan jangan salahkan ketika manusia tidak manusia lagi dan bumi sudah
tidak bisa di pijak lagi dan kehancuran mulai menyelimuti kamu, sekarang kamu
tahu apa yang dilakukan sang penciptamu? Beliau kurasa tertawa terbahak –bahak
melihat kelakuan kita dan saat hari pembalasan kau akan tersiksa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar