Welcome

At my blog, Stay and Enjoy

Selasa, 13 September 2011

DUNIA KELAYAKAN


Siapakah yang layak atas dunia ini, disaat ketika sang derajat tinggi menggunakan kelayakan tersebut hanya untuk kepentingan pribadi atau sebuah golongan saja. Masihkah mereka layak atas dunia ini? Apakah seperti itu disebut kelalaian? Manusia kini secara berlebihan diatas kekuasaan akal sendiri untuk menjalani sebuah kehidupan dengan alih-alih untuk bertahan hidup.
Derajat manusia sekarang lebih hina daripada binatang bahkan lebih buruk, contohnya sendiri ayah saya. Mungkin dia tidak tahu, bagaimana beliau bisa tahu, ahli kitab juga bukan, dia hanya tahu bahwa kehidupan itu dengan cara mencapai kekuasaan tertinggi, status social yang tinggi, materi melimpah dan kebutuhan tersier yang melimpah.
Tatkala tesirat aneh dalam benak, beliau melukiskan sebuah pondasi kehidupan dengan doktrin peng-agaman dalam turunannya, sedangkan dia baca kitab tidak, melaksanakan iya, akan tetapi ketika susah akan coba terhadap kepercayaan yang di anut beliau secara turun temurun. Kukatakan manusia seperti itu lepas control terhadap diri sendiri dan sesungguhnya dia tidak sadar telah menghina dirinya sendiri.
Tapi tenang saja, beliau tidak sendirian kok, ternyata diluar sana juga masih banyak terlihat. Tidak hanya kalangan menengah keatas, menengah kebawahpun seperti itu, yang miskin repot jadi orang kaya walaupun hanya sebuah mimpi, yang kaya kadang kala sok-sok’an miskin dan ingin tambah makin kaya.
Apakah itu cara hidup di tanah yang sebenarnya tak gratis untuk di pijak dan di ekploitasi berlebihan?
Ternyata benar apa yang dituliskan di dalam kitab, manusia dalam status social apapun diberikan permasalahan sesuai porsinya, dan orang yang  terlalu larut didalamnya hanya untuk mansuia tak beriman dan tamak. Hidup di dunia itu memang enak apa? Seharusnya mereka ektra hati-hati menjalani semua itu, adam dan hawa saja kalau tidak melakukan kesalahan pasti memilih menetap di dalam surga dan idris pun memilih tinggal di surga setelah di tunjukan.
Kekayaan yang terdapat di dalam setiap pribadi itu sebenarnya bukan milik-nya, logiknya saja mereka mendapatkan semua itu dari sang pencipta. Saya tidak rasional membicarakan sang pencipta? Menurut saya, SDA dan SDM adalah point penting untuk mendapatkan kekayaan. Disaat salah satu berakal dan di tunjukan jalan untuk mendapatkan, mereka lupa akan sesame, bisa di katakana mereka tidak mau berfikir untuk membaginya atau pun mereka setelah mendapatkan apa yang sudah diberikan dengan sengaja tak menghiraukan dan melepas haikat manusia sebagai makhluk social yang harus hidup berdampingan dan saling membantu.
Sekarang rumah satu, mobil satu dan istri satu, lusa saya tidak menjamin kepuasan manusia seperti itu dan terbukti, kini orang yang saya kenal mempunyai mobil 3 dan rumah 3, ya itulah cara hidup di pasar bebas dimana manusia dibentuk untuk tidak membatasi dirinya oleh sebuah produk, manusia diarahkan untuk sangat konsumtif, teknologi di buat setiap akhir pecan selalu maju bukan untuk mempermudah manusia dalam menjalani kehidupan melainkan untuk menjul habis prodak mereka dan hasilnya untuk kepentingan sendiri kea rah kebutuhan tersier. Seperti itu akan terus berputar. Terus saja ekploitasi manusia dan ala mini, dan jangan salahkan ketika manusia tidak manusia lagi dan bumi sudah tidak bisa di pijak lagi dan kehancuran mulai menyelimuti kamu, sekarang kamu tahu apa yang dilakukan sang penciptamu? Beliau kurasa tertawa terbahak –bahak melihat kelakuan kita dan saat hari pembalasan kau akan tersiksa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar