kata ayah saya kehidupan itu harus lulus S1 dan bekerja di pertambangan
yang dimana akan di janjikan sebuah hasil gaji yang sangat besar untuk sebuah
penghargaan dari yang dikatakan bekerja keras.
Buat sekarang memang sangat bagus, akan tetapi kemana saya nanti akan
dibawa dalam air yang akan menenggelamkan diriku itu?
Apa kehidupan itu? Bertahan hidup kan.
Lalu uang yang melimpah untuk apa? Untuk memenuhi nafsu kita? Nafsu itu sudah
golongan yang nilainya negative, lalu kenapa masih banyak yang berbondong
kesana.
Kenapa manusia sukses dikatakan harus kaya, kalau miskin atau di sebut
kekurangan uang di sebut tidak sukses? Gila nih lama-lama kalau menyimak cara
hidup seperti ini.
Mau menolong orang saja jadi masalah, tidak menolong orang juga jadi masalah
dan hidup kekurang juga di katain. Aduh repotnya hidup di dunia ini, kalau aku
bisa memilih, tidak maulah menjalani kehidupan.
Kadang kala aku mempertanyakan kepada orang yang saya percaya(tuhan),
beliau ini bagaimana, dan kenapa manusia dijadikan seperti ini. Manusia hanya
menjadi sebuah permainan baginya. Tuhan lagi bermain dadu yang bodoh makin
bodoh dan yang pintar memintari orang bodoh dan tuhan tertawa.
Bisa dikatakan ini kekecewaan tuhan setelah menurunkan beberapa kitab
untuk memperbaiki perdaban manusia tapi manusia masih belum tergugah, ya
sebenarnya penciptaan tuhan itu bodoh termasuk saya.
Lama-lama berfikir seperti ini jenuh dan percuma, kualitas manusia ku
juga seperti ini saja karena factor di luar lebih banyak memilih sama(menjadi
bodoh) kenimbang menjadi seperti saya karena saya ingin ada perubahan.(masih mendingan hihihihi :P ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar